mengetahui tentang virus corona


            Alhamdulillahi rabbil ‘ala miin wa sholatu wa salamu ‘ala rasulillahi wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in. ‘amma ba’du.
Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kita nikmat Islam, Ihsan dan iman. Kemudian shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada nabi kita Muhammad, keluarga, sahabat, serta pengikutnya sampai akhir zaman.
Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang virus,virus yang sedang mengguncang hampir seluru dunia.
Sebenarnya pada zaman Rasulullah juga sudah ada wabah penyakit yang memakan korban banyak seperti :
Pertama. Tha’un Syiruwaih, pernah melanda kota Madain di Masa Nabi Muhammad SAW. Wabah ini terjadi pada tahun 6 Hijriah.
Kedua. Tha’un Amwas, terjadi di Masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khathab. Wabah ini melanda Negeri Syam dan memakan korban dua puluh lima ribu jiwa. Salah satu korban adalah sahabat Rasulullah SAW Muadz bin Jabbal yang pernah diutus oleh Nabi SAW. untuk menyebarkan Islam di Yaman, sehingga hadisnya tentang Ijtihad (Ra’yu) bertebaran di kitab-kitab hadis.    
Sekarang dunia sedang dibuat panik dengan adanya virus corona. Virus corona berasal dari kota Wuhan, China dan sudah menyebar di hampir seluruh negara. Gejala orang yang terkena virus corona antara lain batuk, demam, dan sulit bernafas. 
Belum ada obat yang dapat menyembuhkan orang yang terkena virus corona. Namun, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegahnya. Seperti rajin mencuci tangan, hindari kontak dengan orang yang sakit, dan menutup mulut saat bersin dan batuk.
Sebagai seorang Muslim, dalam semua keadaan, kita wajib berpegang teguh dan bersandar kepada Allâh Subhanahu wa Ta’ala , bertawakal dan berkeyakinan bahwa semua urusan ada ditangan Allâh Azza wa Jalla . Allâh Azza wa Jalla berfirman:

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ

Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allâh; dan Barangsiapa beriman kepada Allâh niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. [at-Taghâbun (64:11)]

كُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ حَلَالًا طَيِّبًا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي أَنْتُمْ بِهِ مُؤْمِنُونَ

Artinya : “Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya”. [Al-Maidah (2 : 88)]

Perintah Al-Qur’an agar mengkonsumsi makanan halal, orang yang membangkang dari petunjuk ini berarti menyengaja membawa dirinya ke jurang kehancuran, yang dalam bahasa agama disebut melaksanakan ajakan setan.
Sebagai seorang Muslim, dalam semua keadaan, kita wajib berpegang teguh dan bersandar kepada Allâh Subhanahu wa Ta’ala , bertawakal dan berkeyakinan bahwa semua urusan ada ditangan Allâh Azza wa Jalla . Dan mengikuti perintah dari WHO agar tetap dirumah saja dan tidak bepergian ke tempat ramai atau apapun kecuali darurat. Melakukan social distanching.
Mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan, apabila ada kata-kata yang kurang sopan mohon dimaafkan. Wabillahi taufik wal hidayah
Wassalamu ‘alaikum warahmatullah wabarakatuh

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah,Kedudukan,dan Fungsi Bahasa Indonesia