Feature Bahasa Indonesia

FEATURE BAHASA INDONESIA
Disini saya akan menuliskan sebuah cerita tentang keluarga saya. Dalam keluarga yang paling penting adalah orangtua, terlebih seorang ayah. Ayahku bernama Welas Asih anak kedua dari empat bersaudara. Satu kakak laki-laki bernama Selamet dan dua adik perempuan bernama Atun dan Miyati.

Ayah dari kecil sudah mulai bekerja membantu orangtuanya diladang. Ayah juga sudah pernah mencari pekerjaan hingga luar desa bahkan kota. Walaupun seperti itu ayah bisa menyelesaikan sekolah hingga Sekolah menengah Atas. Ayah membiayai sekolah sendiri dari hasil upah bekerja.

Ayahku tergolong keluarga sangat sederhana. Karena tidak memiliki alat elektronik satupun. Memang zaman ayah teknologi belum secanggih zaman sekarang. Ayah membantu orangtuanya di ladang dengan alat seadanya.

Makan pun hanya dengan ubi karena untuk membeli beras tidak mampu. Jika ingin memakan nasi hanya ketika sedang ada acara syukuran dan hajatan. Dan satu kotak nasi pun dimakan untuk empat orang.

Saat ayah merantau ke cirebon ayah bertemu dengan seorang gadis di jalan. Lalu, ayah mulai mendekatinya. Tak berapa lama ayah pun menikahinya dengan acara yang sederhana. Ayah pun membawa ibu pergi untuk mencari tempat tinggal dan pekerjaan barunya.

Ayah hanya bisa mengontrak sebuah rumah karena pada saat itu ayah bekerja sebagai guru honorer SMP. 1 tahun setelah pernikahan lahir lah anak pertama yang cantik bernama Qurotul Azizah.
Ayah selalu berpindah tempat kontrakan karena tidak bisa diperpanjang lebih lama. Selain menjadi guru ayah pun membuka pekerjaan sampingan dirumahnya yaitu perctekan dan servis komputer. Dengan modal uang yang sudah dikumpulkan akhrinya ayah bisa membeli beberapa komputer dan dua printer.

Setelah empat tahun lahir lah anak kedua yang manis bernama Dwi Majid. Ibuku membantu ayah bekerja dirumah. Namun, setelah aku kelas 5 ibuku juga melamar kerja di SD menjadi staf perpustakaan. Sampai aku kelas 2 SMP, dan kami tidak lagi mengontrak dirumah itu. Kami menempati rumah peninggalan orangtua ibu.

Sejak itu juga usaha percetakan ayah ditutup. Ayah mencari pekerjaan baru dan diterima di PKH (Program Keluarga Harapan) menjadi operator komputer. Sedangkan ibu diterima di STIKOM (Sekolah Tinggi Ilmu Komputer) menjadi staf perpustakaan. Dan samapai sekarang alhamdulillah selalu diberi kesehatan, kelnacaran rezeki, dan kemudahan disetiap masalah.


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah,Kedudukan,dan Fungsi Bahasa Indonesia